Bengalon, 23 Februari 2026 – SMK Negeri 1 Bengalon resmi memulai langkah baru dalam pengelolaan administrasi kesiswaan. Pada Senin pagi ini, sekolah melaksanakan uji coba perdana sistem absensi berbasis barcode. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk melakukan digitalisasi secara menyeluruh guna meningkatkan efisiensi dan akurasi data kehadiran Taruna/i.
Menghadapi Tantangan di Hari Pertama
Layaknya setiap inovasi baru, masa transisi ini tidak luput dari kendala teknis. Pada pelaksanaan hari ini, tim pengembang dan pihak sekolah mencatat beberapa catatan penting sebagai bahan evaluasi, di antaranya:
- Kendala Sinyal: Beberapa titik di area sekolah masih mengalami kesulitan sinyal yang stabil, sehingga menghambat proses scanning data ke server.
- Galat Aplikasi (Error): Ditemukan beberapa laporan kesalahan sistem (error) pada aplikasi saat digunakan secara massal oleh Taruna/i dalam waktu yang bersamaan.
Evaluasi sebagai Kunci Kemajuan
Meski diwarnai kendala teknis, pihak sekolah melihat hal ini sebagai bagian dari proses belajar. Gangguan yang muncul di masa uji coba justru menjadi data berharga bagi tim IT untuk melakukan perbaikan infrastruktur jaringan dan optimasi kode aplikasi agar lebih stabil ke depannya.
“Uji coba ini memang sengaja dilakukan untuk melihat di mana letak kelemahannya. Masalah sinyal dan error adalah tantangan yang wajar dalam langkah awal digitalisasi. Kami akan terus melakukan pembenahan hingga sistem ini benar-benar siap digunakan secara permanen,” ujar perwakilan tim teknis sekolah.
Komitmen Digitalisasi Sekolah
Digitalisasi absensi ini adalah pintu pembuka bagi inovasi-inovasi berbasis teknologi lainnya di SMKN 1 Bengalon. Dengan sistem barcode, nantinya proses rekapitulasi kehadiran akan menjadi lebih cepat, transparan, dan terintegrasi langsung dengan database sekolah.
Terima kasih kepada seluruh Taruna/i dan guru yang telah bersabar dan berpartisipasi dalam masa uji coba ini. Tetap semangat menyambut perubahan ke arah yang lebih modern!

Leave a Reply