Membangun Budaya “Safety First”: PT PAMA Bekali Perwira SMKN 1 Bengalon Materi Manajemen Risiko

Bengalon, 14 April 2026 – Keselamatan bukan sekadar aturan, melainkan sebuah tanggung jawab. Pada Selasa, 14 April 2026, PT Pama Persada Nusantara (PAMA) kembali hadir di SMK Negeri 1 Bengalon untuk menyelenggarakan sosialisasi intensif mengenai K3LH (Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup).

Berbeda dari biasanya, kegiatan kali ini secara khusus ditujukan bagi para Perwira-Perwira SMKN 1 Bengalon (pemimpin Taruna), serta jajaran dewan guru. Hal ini bertujuan agar para pemimpin di lingkungan sekolah memiliki standar pengawasan keselamatan yang setara dengan dunia industri.


Fokus Utama: Hazard Identification and Risk Management

Materi inti yang disampaikan oleh tim profesional dari PT PAMA adalah mengenai Hazard Identification and Risk Management (Identifikasi Bahaya dan Manajemen Risiko). Dalam sesi ini, para peserta diajarkan untuk:

  1. Mengenali Bahaya (Hazard): Kemampuan jeli dalam melihat potensi bahaya di lingkungan bengkel, laboratorium, maupun area sekolah lainnya.
  2. Menilai Risiko: Mengukur seberapa besar dampak dan kemungkinan terjadinya kecelakaan dari bahaya yang ditemukan.
  3. Langkah Pengendalian: Menentukan tindakan preventif yang tepat untuk menghilangkan atau meminimalisir risiko tersebut.

Peran Strategis Perwira sebagai “Safety Role Model”

Pelibatan para Perwira dalam sosialisasi ini memiliki tujuan strategis. Sebagai pemimpin di kalangan Taruna/i, para Perwira diharapkan menjadi teladan sekaligus pengawas bagi rekan-rekannya dalam menerapkan prosedur K3LH sehari-hari.

“Seorang Perwira harus memiliki mata yang tajam terhadap risiko. Sebelum bekerja atau praktik, identifikasi bahaya adalah hal pertama yang wajib dilakukan. Kami ingin budaya safety di SMKN 1 Bengalon sejalan dengan standar tinggi yang diterapkan di PT PAMA,” tegas perwakilan tim K3LH PT PAMA.

Penguatan Kapasitas Guru dan Taruna

Bagi para guru, materi ini sangat krusial dalam menyusun instruksi kerja di bengkel yang aman. Sedangkan bagi Taruna, ini adalah bekal berharga sebelum mereka terjun ke dunia kerja nyata, di mana kesalahan kecil dalam manajemen risiko bisa berakibat fatal.

Kepala Sekolah menyambut baik inisiatif ini sebagai bagian dari penguatan karakter Taruna yang disiplin dan waspada. Dengan penguasaan materi manajemen risiko, SMKN 1 Bengalon semakin memantapkan diri sebagai sekolah yang mencetak tenaga kerja profesional yang mengutamakan keselamatan jiwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *