Bengalon, 8 Mei 2026 – Mengawali pagi dengan penuh ketenangan, seluruh keluarga besar SMK Negeri 1 Bengalon berkumpul di Gedung Serbaguna untuk melaksanakan kegiatan Jumat Rohani. Agenda rutin ini menjadi ruang bagi para guru dan Taruna/i untuk sejenak menepi dari rutinitas teknis, guna mempertebal karakter dan spiritualitas.
Jumat kali ini terasa spesial dengan pembahasan salah satu kisah paling fenomenal dalam sejarah pencarian ilmu: Perjalanan Nabi Musa AS berguru kepada Nabi Khidir AS, sebagaimana diabadikan dalam Surah Al-Kahfi.
Pelajaran Penting dari Perjalanan Spiritual
Dalam tausiyah yang disampaikan, ditekankan bahwa perjalanan Nabi Musa AS bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin dalam memahami takdir dan kesabaran. Ada tiga pelajaran utama yang dipetik oleh para peserta:
- Adab Mencari Ilmu (Kerendahan Hati): Meskipun seorang Nabi dan Rasul, Nabi Musa AS tetap menunjukkan kerendahan hati untuk belajar kepada sosok yang memiliki ilmu berbeda (ilmu ladunni). Ini menjadi pesan bagi Taruna agar tidak pernah merasa “paling tahu” dalam proses belajar.
- Kekuatan Sabar: Syarat yang diajukan Nabi Khidir AS agar “tidak bertanya sebelum dijelaskan” adalah ujian berat bagi logika manusia. Di dunia kerja nantinya, Taruna juga akan sering menemui instruksi atau kondisi yang tampak sulit dipahami, namun membutuhkan kesabaran untuk melihat hasil akhirnya.
- Berprasangka Baik (Husnuzan): Tiga peristiwa—merusak perahu, membunuh seorang anak, dan memperbaiki dinding—tampak buruk di mata manusia, namun memiliki hikmah penyelamatan di baliknya. Hal ini mengajarkan kita untuk selalu percaya bahwa ketentuan Tuhan selalu menyimpan kebaikan yang tersembunyi.
Membentuk Karakter “Taruna yang Beradab”
Kegiatan ini diikuti dengan penuh khidmat. Suasana interaktif terbangun saat para siswa diajak merenungkan kembali sikap mereka selama ini dalam menuntut ilmu di sekolah.
“Ilmu tanpa adab itu berbahaya, dan adab yang utama dalam belajar adalah sabar. Kisah Nabi Musa dan Khidir mengingatkan kita bahwa seringkali kita terlalu cepat menilai sesuatu, padahal kita belum melihat gambaran besarnya,” ujar salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.
Komitmen Peningkatan Iman dan Takwa
Jumat Rohani ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan seluruh warga sekolah, khususnya bagi para alumni yang baru saja dilepas agar tetap terjaga iman dan karakternya di luar sana. Dengan bekal spiritual yang kuat, SMKN 1 Bengalon berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya ahli dalam teknologi, tetapi juga memiliki kedalaman jiwa dan akhlak yang mulia.

Leave a Reply